Dalam satu dekade ini, tren mewarnai rambut telah menjadi gaya hidup wanita di kota-kota besar di Indonesia. Selain untuk membawa tampilan baru yang lebih fashionable, rambut yang diwarnai juga bisa membuat rambut terlihat lebih indah teksturnya.
Cat rambut juga sering dipakai oleh mereka yang memiliki keluhan beruban padahal masih muda. Namun jika aplikasinya tidak tepat, cat rambut justru bisa merusak mahkota Anda.
Bahan kimia yang keras dalam produk pewarna rambut bisa merusak kutikula rambut dan menjadikannya lebih kering. Bahkan bisa juga memicu uban muncul lebih dini dan banyak.
Agar rambut Anda tetap terawat indah meski menggunakan pewarna rambut.
Apa sih Rambut Rusak itu?
Rambut dikatakan tidak sehat apabila kultikula pada rambut telah rusak, patah atau bahkan hilang, sehingga penampilan rambut menjadi kusam, tidak bercahaya dan mudah rapuh. Penyebabnya bisa berbagai macam, mulai dari terlalu sering mencuci rambut, terlalu sering menyisir rambut, sampai penggunaan hairdryer yang terlalu panas. Selain itu, pemakaian produk penataan rambut pada saat proses bleaching, pengeritingan dan pelurusan rambut seperti rebonding juga bisa jadi penyebab.
Rambut dikatakan tidak sehat apabila kultikula pada rambut telah rusak, patah atau bahkan hilang, sehingga penampilan rambut menjadi kusam, tidak bercahaya dan mudah rapuh. Penyebabnya bisa berbagai macam, mulai dari terlalu sering mencuci rambut, terlalu sering menyisir rambut, sampai penggunaan hairdryer yang terlalu panas. Selain itu, pemakaian produk penataan rambut pada saat proses bleaching, pengeritingan dan pelurusan rambut seperti rebonding juga bisa jadi penyebab.
Zat Kimia
Proses bleaching, pewarnaan rambut permanen/semi permanen, pengeritingan dan pelurusan bisa merusak kultikula rambut.
Proses bleaching, pewarnaan rambut permanen/semi permanen, pengeritingan dan pelurusan bisa merusak kultikula rambut.
Selain dapat memicu timbulnya ketombe, proses ini juga dapat merusak ikatan protein pada rambut dan membuat struktur rambut menjadi lemah.
bingung cara mengatasinya? tapi anda suka rambut bewarna dan indah?
Saat ini memiliki warna rambut sesuai keinginan bukanlah hal yang baru. Bahkan sebagian orang rela mengganti warna rambutnya agar tampil lebioh gaya, unik dan juga percaya diri. Berikut ini tips dan trik cara mewarnai rambut.
Pewarnaan rambut saat ini telah menjadi tren yang tidak bisa dipisahkan dari gaya hidup. Di mana saja berada dengan mudah kita akan melihat wanita ataupun pria dengan warna rambut yang berwarna-warni.
Namun, tahukah Anda seringnya mewarnai rambut dapat merusak kutikula rambut dan membuatnya lebih sensitif dan mudah patah?
Tak ingin rambut Anda rusak karena mewarnai rambut. Ada baiknya Anda memperhatikan langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum memutuskan untuk mewarnai rambut. Karena ternyata sebelum dan sesudah mewarnai rambut ada ritual-ritual khusus yang harus Anda lakukan.
Sebelum melakukan pewarnaan, ada baiknya Anda melakukan tes sensitivitas dengan memberikan sedikit pewarna rambut pada bagian belakang cuping telinga. Jika terjadi gatal-gatal, maka kulit kepala Anda tidak cocok dengan bahan kimia yang terkandung di dalamnya.
Proses pewarnaan antara kulit yang tidak sensitif dan yang sensitif tentunya berbeda. Pada kulit yang tidak sensitif dapat mengaplikasikan pewarna pada kulit kepala, tapi bagi Anda yang sensitif terhadap pewarna rambut, hanya dapat mengaplikasikan pewarna pada helaian rambut saja.
Sebaiknya, Anda melakukan pewarnaan di salon-salon yang telah terpercaya. Di sana Anda dapat berkonsultasi dengan penata rambut mengenai sensitivitas kulit kepala, ataupun warna rambut yang cocok dengan karakteristik dan aktivitas Anda.
“Ada yang cocok dengan rambut berwarna cokelat terang ada juga yang tidak. Karena itu, sebelum pewarnaan harus dikonsultasikan dengan hairdresser,” ujar Henry Tjhaj, Brand Manager L’Oreal Professionnel.
Setelah mendapatkan warna yang tepat, tentu Anda ingin mempertahannya dan tidak ingin rambut Anda terlihat tidak sehat karenanya. Untuk itu, jangan pernah melakukan proses kimiawi lain setelah pewarnaan. Biarkan waktu 2 dua minggu bagi rambut Anda, setelah itu Anda dapat melakukan proses kimiawi lainnya seperti pelurusan atau pengeritingan.
Proses kimiawi secara bersamaan dapat membuat rambut mudah patah dan sulit diatur. Proses pewarnaan saja harus merusak kutikula rambut untuk dapat memasukkan pigmen baru ke dalam helai rambut, tidak terbayang akan seperti apa rambut Anda jika melakukan proses kimiawi lainnya setelah pewarnaan.
Untuk dapat mempertahankan rambut berwarna, Anda memerlukan shampo dan kondisioner khusus rambut berwarna. Rambut Anda memerlukan shampo yang mengandung protein pelindung warna serta pelembab ekstra. Shampo dan kondisioner khusus ini dapat melembutkan kutikula yang kasar akibat proses pewarnaan.
Gunakan kondisioner yang mengandung sunscreen karena sinar matahari dapat menghilangkan kelembapan rambut dan mempercepat hilangnya warna.
“Ketahanan warna rambut tergantung perawatannya. Dengan rambut yang sehat, warna bisa bertahan 4-5 bulan, tetapi jika rambut tidak sehat dan sensitif warna akan akan cepat terbuang,” ujar Henry.
Selain itu, jangan terlalu sering keramas. Anda dapat melakukan keramas maksimal sehari sekali. Anda pun disarankan untuk tidak menggosok rambut terlalu keras karena proses pewarnaan membuat rambut lebih sensitif dan rapuh.
Usahakan untuk melakukan deep conditioning setiap sebulan sekali untuk menjaga kelembapan rambut. Kurangi menggunakan pengering rambut yang terlalu panas atau menggunakan catok rambut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar